Jumat, 23 Juli 2021

Refleksi Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Menangani Kebencanaan dan strategi stakeholder yang di gunakan

 

Refleksi Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Menangani Kebencanaan dan Strategi Stakeholder yang di Gunakan

Dragon Chandra Suwanto / 202010050311177

Universitas Muhammadiyah Malang

 

gambaran umum lokasi atas fokus isu

Kebencanaan merupahan hal yang perlu di waspadai oleh setiap orang, di setiap waktu dan setiap saat. Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan menganggu kehidupan dan penghidupan nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusi, kerusakan lingkungan alam , kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Seperti pengalaman purna bupati Bojonegoro yakni Kang Yoto, kang yoto merupakan tokoh inspirasi atau transformasi dari Bojonegoro dalam implementasi transformasi kepemimpinan di bojonegoro ini terdapat juga tantangan yang harus dihadapi yaitu perumusan kebijkan yang efektif, transformasi kepemimpinan Kang Yoto di landasi dan di dukung dengan enam pilar transformasi yakni: visi, strategi, pengaturan, manajemen operasional, budaya, semangat dan niat. Di Bojonegoro merupakan daerah yang rawan banjir karena secara geografis di Bojonegoro terdapat aliran sungai bengawan solo dan pada masa lalu Bojonegoro merupakan lautan.

Luapan air bengawan solo yang sering melanda di daerah bojonegoro tersebut mulai dari ujung barat margomulyo sampai baureno dapat merendam area persawahan, jalan desa, dan fasilitas umum seperti musholla, gedung sekolah dan pemukiman warga.

Latar Belakang Permasalahan

Yang melatarbelakangi masalah di kasus ini yaitu luapan banjir di Bojonegoro dan bagaimana Pemerintah manangani kasus seperti ini mulai dari strategi dan stakeholder yang di lakukan oleh pemimpin politiknya, krisis kesehatan publik, kenbencanaan, masalah pendidikan dan sifat kepemimpinan yang di pelajari. Serta apa hasil yang telah di lakukan mulai dari yang negatif maupun positif.

Dengan kasus yang saya ambil ini, saya mengambil contoh dari pengalaman Kang Yoto yang dulu pernah menjabat dua periode sebagai Bupati bojonegoro selama sepuluh tahun pada periode 2008 – 2013 dan 2013 – 2018, beliau juga merupakan tokoh pendidikan, tokoh politik dari partai Nas Dem.

Apa yang strategy yang dilakukan oleh pemimpin politiknya?

Strategi yang di gunakan Kang Yoto untuk menanggulangi bencana banjir ini dengan cara sidak terjun langsung ke lapangan untuk memeriksa sekaligus membantu di pengungsian, dan membantu membendung tanggul yang jebol akibat dari dampak banjir, Kang Yoto memiliki strategi untuk meminimalisir korban dengan cara memberikan informasi kepada masyarakat tentang ketinggian air bengawan solo, dan mengajak masyarakat untuk update perkembangan informasi. Bersinergi dengan polri, TNI, FFORPIMDA, dan lebaga dinas lainnya. Meningkatakan keaspadaan melalui analisis ketinggian air dan menghimbau untuk setiap warga siap sedia menghadapi bencana, Menyiapkan fasilitas kesehatan berupa tim reaksi cepat, obat obatan, sarana prasarana, pusat kesehatan masyarakat di lingkungan daerah sungai bengawan solo, dan memepersipakan diri bagi masyarakat untuk menyambut bencana banjir. Memperkuat stakeholder dalam pembangunan kesehatan untuk masyarakat terdampak.


 

 


 

Bagaimana mengelola Stakeholder yang mendukung dan yang menolak, serta apa saja yang dilakukan oleh stakeholders tersebut?

 

Salah satu pemerintah daerah yang telah menerapkan Sustainable development goals (SDGs) pembangunan manusia adalah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Pemerintah kabupaten Bojonegoro di bawah pimpinan Suyoto atau yang biasa dipanggil Kang Yoto yang memimpin Kabupaten Bojonegoro. Pemerintah kabupaten menyatakan bawa secara resmi Bojonegoro memulai sustainable development goals (SDGs) diawali dengan pemukulan gong oleh Bupati Bojonegoro, Kang Yoto pada kegiatan yang dilaksanakan oleh World Bank Pemerintah kabupaten Bojonegoro kemudian mengeluarkan Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188 tentang Gugus Tugas dalam Pelaksana Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) Kabupaten Bojonegoro. SDGs di Bojonegoro pernah diteliti dalam Analisa Sustainable Development Goal’s Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2017. Sebagian pemerintah daerah yang memiliki kekurangan kapasitas untuk melaksanakan implementasi, akan tetapi kerangka peraturan yang kuat ada melalui Peraturan pemerintah Gubernur.Melalui peraturan gubernur atau peraturan bupati, di setiap beberapa daerah menunjukkan kesiapannya dalam mensukseskan SDGs dengan melalui pendekatan yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan kondisi situasi daerahnya.

Penelitian yang  dilakukan untuk mengetahui posisi awal pembangunan berkelanjutan/SDG’s Kabupaten Bojonegoro. Kabupaten Bojonegoro memiliki kelembagaan khusus tentunya unit kerja yang akan menangani SDGs, menyusun Rencana Aksi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yanfg di gunakan untuk Tahun 2018-2022, menggunakan sistem One Data atau Data Tunggal untuk menangani sumber pengelolaan data yang terdapat dalam sketsa pengoptimalian pelaksanaan SDG’s, mengintensif koordinasi antar stakeholder yang termasuk dalam pelaksanaan SDG’s dan mencetuskan regulasi yang mengatur pelaksanaan SDGs. Sebagian dari pemerintah daerah juga telah menentukan target strategis untuk mencapai SDGs tetapi tergantung pada dukungan yang diberikan oleh pemerintah dan stakeholder, tetapi juga banyak stakeholder yang tidak memiliki pengetahuan, dana, sumber infrastruktur sehingga menghambat proses pencapaian SDGs. Tetapi pendekatan tersebut masih di bilang kurang efektif karena Indonesia menghadapi tantangan terutama di tingkat lokal. Nilai rendahnya dalam tingkat lokal sebagian besar diakibatkan oleh kurangnya sistem koordinasi yang mengikutsertakan berbagai stakeholder dan kurang memadainya kapasitas, pengalaman.

Stakeholder untuk mengatasi bencana banjir ini pemerintah Bupati atau Kang Yoto memiiki strategi yang di nilai pro dan kontra oleh masyarakat, sebagai masyarakat kalangan kontra pada pemerintahan Bupati Kang Yoto, masyarakat beranggapan bahwa dalam menanggulangi Kang Yoto kurang efektif karena dalam pembendungan banjir di desa ada yang di nilai kurang adil padahal pembendungan itu inisiatif dari rt atau rw setempat. Masyarakat yang menilai kinerja Kang Yoto positif dalam menangani kasus banjir ini beranggapan bahwa strategi yang di implementasikan oleh Kang Yoto di nilai cukup efektif karena nyata mengurasi dampak resiko kerugian dari bencana banjir yang terjadi di bojonegoro mulai dari pemberian informasi terhadaap warga agar selalu waspada akan tingginya volume air dan secara tidak langsung. Pusat pelayanan kesehatan masyarakat  sangat berperan penting dalam menyikapi hal ini karena pusat kesehatan masyarakat mempunyai tiga tugas untuk melaksanakan kebijakan sehetan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Pusat kesehatan masyarakat saat terjadinya bencana di tugaskan untuk mempunyai kesiap siagaan yang harus di siapkan sebelum terjadinya bencana mulai dari sumber daya manusianya yang cepat tanggap, pelayanan kesehatan, sarana dan prasarana yang mumpuni, pengobatan, dukungan dana, informasi. Kang Yoto terjun ke lapangan untuk membantu korban terdampak dengan bersinergi bersama polri, TNI dan jajaraannya. Dalam pengelolaan stakeholder tersebut banyak yang di nilai positif atau sukses dalam menyelamatkan kondisi resiko terdampak yaitu penduduk.

Tentang pendidikan saya mendapatkan informasi dari berita yakni detakpos.com dengan judul sabutan Kang Yoto Menghadirkan Masa Depan Gemilang Dengan Sembilan Ketrampilan hidup. Di berita ini saya menangkap  kata kata sambutan dengan tema “meghadirkan masa depan gemilang dengan sembilan keterampilan hidup”. Keterampilan tersebut mulai dari: ketrampilan berniat baik, berkarya yang dapat mendapatkan pendapatan, keterampilan berkomunikasi, keterampilan team work, keterampilan berfikir, keterampilan berinovasi, dan keterampilan mengelola hati dan hidup sehat mandiri, dan yang terakhir tangguh dan unggul dalam mengatasi kebencanaan. Menurut Kang Yoto pendidikan merupakan cara peningkatan keterampilan diri pada setiap pelajar dan mempersiapakan diri menghadapi masa depan dengan mapan dan menjadi kiri sebagai karakter yang beretika baik. Kang Yoto juga berharap pendidikan menjadikan penguatan sumber daya manusia menjadi unggul dan siap menangani masa depan serta generasi bangsa, pendidikan untuk siap bencana juga penting dikarenakan Bojonegoro juga memiliki aliran sungai yang sering meluap sehingga Kang Yoto memberikan pesan untuk siap siaga bencana supaya dapat meminimalisir resiko atau dampak pada pelajar.

Pengalaman yang di miliki oleh Kang Yoto merupakan pengalaman yang heroik dan bisa menjadi contoh sebagai pemimpin yang luar biasa cara atau strategi kepemimpinannya yang di nilai manarik dan terkenal sehingga cara tersebut banyak di tiru oleh kalangan pemimpin lainnya. Kang Yoto sebagai dosen mata kuliah pernah mengatakan bahwa sebagai pemimpin itu harus berani, tangguh dan berani menerima keritik, sebab kritik merupakan rumusuan masalah pada kinerja yang dapat di gunakan sebagai evaluasi kinerja sehingga dapat di perbaiki menjadi lebih baik dan maju, pemimpin yang bersifat terbuka lebih cenderung efektif dalam berkinerja dan terhindar dari korupsi, Kang Yoto banyak membawa perubahan pada Bojonegoro hingga masuk dalam acara televisi mata najwa dan hitam putih.

Kang Yoto pernah memberikan penjelasan tentang tujuh elemen kepemimpinan politik dalam pemerintahan, yang beliau terapkan mulai dari personal leadership, statesmen leadership, development leadership, political leadership, social and cultural leadership, administrastion leadership, team leadership. Ilmu tentang kepemimpinan dalam politik pemerintahan ini sangat relefan pada era sekarang karena poin point penting yang terkandung dalam tujuh element tersebut dapat mensukseskan tujuan.

 

Bagaimana hasil dari pengelolaannya?

 

Dalam Kasus kebencanaa banjir di bojonegoro ini membuahkan hasil yakni berkurangnya resiko kerugian korban banjir, masyarakat sekitar aliran sungai bengawan solo mendapatkan perhatian penuh dari bupati Kang Yoto, terjunnya Kang Yoto ke lapangan juga menjadi sebuah apresiasi dari masyarakat sekitar karena pemimpin benar benar membatu ketika anggota atau masyrakat membutuhkan bantuan. Strategi upaya stakeholder untuk memenuhi tujuan kemanusiaan tercapai mulai dari memberikan kewaspadaan terhadap masyrakat dan informasi secara langsung. Daerah rawan banjir di ubah menjadi resapan air dan kawasan produktif. Tentang krisis kesehatannya kesiapan siagaan puskemas terhadap banjir bengawan solo juga di perlukan dan melakukan perhatian yang cukup penting untuk dapat mengurangi resiko terjadinya masalah pada kesehatan. Untuk mengamati kesiapan puskesmas dalam menyikapi bencana banjir dari luapan sungai bengawan solo di lakukannya dengan cara survey awal. Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

 

 


Masyarakat menjadi lebih produktif dan menjadikan banjir sebagai sahabat, banjir yang awalnya menjadi hantu bagi masyarakat sekarang tidak lagi karena banjir menjadi merugikan masyarakat melainkan  dapat menguntungkan masyarakat.  

 

Rujukan teoritis atau model perbandingan dari studi literature terdahulu

ANALISIS GENANGAN BANJIR AKIBAT LUAPAN BENGAWAN SOLO UNTUK MENDUKUNG PETA RISIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BOJONEGORO

Strategi Komunikasi Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam Menerapkan Nawacita dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Sambutan Kang Yoto : Menghadirkan Masa Depan Gemilang Dengan Sembilan Keterampilan Hidup. Pada detakpos.com

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kesiapsiagaan Puskesmas Di Kabupaten Bojonegoro Dalam Menghadapi Bencana Banjir Bengawan Solo (Studi Di Puskesmas Kanor)

Developing Public Leaders in an Age of Collaborative Governance                  Ricardo S. Morse, Ph.D.

10 Tahun Kang Yoto Rendam Banjir dan Menyambut Bahagia                                 13 MARET 2018, 04: 00: 59 WIB | EDITOR : EBIET A. MUBAROK

Bupati Bojonegoro Kang Yoto Beserta Forpimda Sidak Banjir Bengawan Solo 2016 https://youtu.be/BnfU5uwACJY

http://www.tribunnews.com/tribunners/2016/02/25/bupati-bojonegoro-selamat-datang-banjir

saran agar situasi dan kondisi semakin baik dari sebelumnya.

Pemimpim atau pemerintah kabupaten Bojonegoro periode sekarang seharusnya dapat mencontoh metode yang di terapkan oleh Kang Yoto, metode yang di terapkan oleh Kang Yoto terbukti dengan adanya analisis dari BNPB selama periode Kang Yoto masalah banjir turun dan dapat di bilang terminimalisir.

Supaya semakin baik mungkin bisa di buatkan waduk unuk meanpung air yang dapat di gunakan pada saat kekringan melanda dan dapat juga di jadikan suber air bersih dengan cara penyaringan. Selain itu banjir dapat menjadi tempat wisata memancing ikan.

Pembuataan sekat atau tembok untuk menhindari air masuk ke dalam pemukiman warga, dan pengelebaran sungai.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Refleksi Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Menangani Kebencanaan dan strategi stakeholder yang di gunakan

  Refleksi Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Menangani Kebencanaan dan Strategi Stakeholder yang di Gunakan Dragon Chandra Suwanto / 2020100...